Postingan kali ini
saya akan membagikan "Analisa SWOT Ternak Ikan Lele", Mari kita simak
postingan dibawah ini
Analisa SWOT
adalah instrument perencanaan strategis yang bisa dibilang sangat klasik yaitu
dengan menggunakan kerangka kerja yang berisi tentang kekuatan dan kelemahan
juga kesempatan serta ancaman. Instrument ini memberikan cara sederhana untuk
memperkirakan cara terbaik untuk melaksanakan sebuah strategi. Analisa SWOT
sangat membantu siapapun yang ingin memulai ataupun sedang menjalani sebuah
usaha.
1. Strong (Kekuatan)
a. Mempunyai
buku paduan budidaya ikan lele dan mampu memahami dan menguasai dari pembuatan
kolam,pemilihan bibit yang baik, PH air yang ideal untuk pertumbuhan
ikan,hingga pemanenan serta pemasarannya.
b. Mempunyai
lahan ataupun kolam yang cukup memadahi. Dari kolam untuk pembibitannya sampai
kolam pembesaran.
c. Mempunyai
sarana dan prasarana penunjang pembudidayaan ikan lele yang cukup memadahi.
d. Luasnya
pemasaran hasil budibaya ikan lele khususnya yang nantinya pada saat musim
panen ikan lele.
2. Weak (Kelemahan)
Pada dasarnya
kelemahan ataupun kesulitan yang ditemukan selama ini didalam pembudidayaan
ikan lele antara lain:
a. Sulitnya
mendapatkan bibit ikan yang mempunyai kwalitas yang baik.
b. Berkaitan
dengan permasalahan yang pertama,seringnya bibit ataupun air yang terserang
bakteri yang nantinya dapat mempengaruhi kelangsungan hidup benih ikan yang
ada. Jadi tidak kami ragukan lagi apabila terdapat bibit ikan lele yang tidak
baik (cacat), sudah pasti ikan tersebut akan mati.
c. Pemasaran
hanya mengandalkan pesanan dari konsumen dan waktunya pun tidak menentu.
d. Pelanggan
yang tidak tetap.
e. Modal belum ada.
3. Opportunity (Peluang)
Karena saya
belum pernah mencoba bisnis ini, saya melihat dan mempelajari dari berbagai
pengalaman yang dilakukan kakak ipar saya dapatkan selama kurang lebih 7 tahun
menggeluti dunia perikanan, budidaya ikan lele cukup mudah dan menjanjikan
keuntungan yang cukup besar. Pasalnya budidaya ikan lele ini terbilang cukup
mudah dari pada ikan yang lain, dari perawatannya sampai sistem pengairannyapun
tidak terlalu merepotkan, selain itu pada dasarnya ikan lele mempunyai
kemampuan untuk bertahan hidup yang cukup tinggi sekalipun hidup dilumpur, karna
dari sekian banyak species ikan didunia ini hanya ikan lele lah yang mempunyai
gurat sisi. Sedangkan ditinjau dari pembesaran benih sampai waktu pemanenannya
budidaya ikan ini hanya memerlukan waktu 3 bulan.
4. Threat (Ancaman)
Berbagai ancaman
ataupun resiko yang muncul didalam pembudidayaan ikan lele ini antara lain
sebagai berikut:
a. Banyaknya persaingan
antara pembudidaya yang satu dengan yang lainnya baik dari sesama pembudidaya
ikan lele atau dari pembudidaya ikan yang lainnya.
b. Berlebihnya
jumlah ikan lele yang beredar dipasaran pada saat musim panen,menyebabkan
merosotnya harga ikan lele, yang pastinya dapat merugikan pembudidaya, bahkan
karena ancaman ini pembudidaya bisa mengalami gulung tikar karena besarnya
kerugian yang ditanggung.
c. Terjadinya
perselisihan ataupun kecemburuan sosial antara sesama pembudidaya ikan yang
dapat menyebabkan persaingan yang tidak sehat yang bisa terjadi kapan saja.
d. Pada saat
pergantian musim, kebanyakan benih ikan lele yang kita budidayakan akan sedikit
terganggu kelangsungan hidupnya, karenanya musim yang tak menentu dan dapat
berubah sewaktu-waktu, sedangkan pada saat musim panas banyak bibit lele yang
baru berusia sekitar 3minggu mati, karenanya pada dasarnya kulit ikan lele
belum cukup kuat untuk menehan panas yang berlebihan.
Persiapan
Modal
Kolam Lele Terpal Bulat– Rp2.000.00,00
Instalasi Air – Rp300.000,00
Mesin Pompa Air – Rp400.000,00
Total: Rp2.700.000,00.
Biaya penyusutan setiap bulan Rp900.000,00.
Biaya
produksi yang dibutuhkan selama satu periode panen (3 bulan), antara lain:
Bibit Ikan Lele 1000 ekor (@ Rp200) – Rp200.000,00
Pakan Ikan Lele 100 kg (@Rp200.000,00/20 kg) – Rp1.000.000,00.
Obat-obatan – Rp200.000,00
Total Rp1.400.000,00.
Biaya tambahan :
Listrik – Rp600.000,00
Biaya penyusutan – Rp900.000,00
Total: Rp1.500.000,00.
Keuntungan selama panen:
Jika dalam satu kali masa penen terdapat 20 persen
ikan yang tidak dapat dipanen, maka total ikan yang dapat Anda jual adalah 800
ekor.
Jika setiap kilogram ikan terdapat 8 ekor lele
dengan harga jual Rp25.000,00, 800 ekor dibagi 8 ekor karena setiap 1 kg
terdapat 8 ekor lele maka ada 100 kg lele yang siap dijual. maka keuntungan
kotor Anda mencapai Rp2.500,000.00.
Semoga bermanfaat untuk kalian semua, mohon maaf
bila ada kekurangannya.
Sekian terima kasih.