Sabtu, 13 Juni 2020

Analisa SWOT Ternak Ikan Lele

Postingan kali ini saya akan membagikan "Analisa SWOT Ternak Ikan Lele", Mari kita simak postingan dibawah ini

BUDIDAYA IKAN LELE ABDUL ROHIM - PKT


Analisa SWOT adalah instrument perencanaan strategis yang bisa dibilang sangat klasik yaitu dengan menggunakan kerangka kerja yang berisi tentang kekuatan dan kelemahan juga kesempatan serta ancaman. Instrument ini memberikan cara sederhana untuk memperkirakan cara terbaik untuk melaksanakan sebuah strategi. Analisa SWOT sangat membantu siapapun yang ingin memulai ataupun sedang menjalani sebuah usaha.

1. Strong (Kekuatan)
a. Mempunyai buku paduan budidaya ikan lele dan mampu memahami dan menguasai dari pembuatan kolam,pemilihan bibit yang baik, PH air yang ideal untuk pertumbuhan ikan,hingga pemanenan serta pemasarannya.
b. Mempunyai lahan ataupun kolam yang cukup memadahi. Dari kolam untuk pembibitannya sampai kolam pembesaran.
c. Mempunyai sarana dan prasarana penunjang pembudidayaan ikan lele yang cukup memadahi.
d. Luasnya pemasaran hasil budibaya ikan lele khususnya yang nantinya pada saat musim panen ikan lele.

2. Weak (Kelemahan)
Pada dasarnya kelemahan ataupun kesulitan yang ditemukan selama ini didalam pembudidayaan ikan lele antara lain:
a. Sulitnya mendapatkan bibit ikan yang mempunyai kwalitas yang baik.
b. Berkaitan dengan permasalahan yang pertama,seringnya bibit ataupun air yang terserang bakteri yang nantinya dapat mempengaruhi kelangsungan hidup benih ikan yang ada. Jadi tidak kami ragukan lagi apabila terdapat bibit ikan lele yang tidak baik (cacat), sudah pasti ikan tersebut akan mati.
c. Pemasaran hanya mengandalkan pesanan dari konsumen dan waktunya pun tidak menentu.
d. Pelanggan yang tidak tetap.
e. Modal belum ada.

3. Opportunity (Peluang)
Karena saya belum pernah mencoba bisnis ini, saya melihat dan mempelajari dari berbagai pengalaman yang dilakukan kakak ipar saya dapatkan selama kurang lebih 7 tahun menggeluti dunia perikanan, budidaya ikan lele cukup mudah dan menjanjikan keuntungan yang cukup besar. Pasalnya budidaya ikan lele ini terbilang cukup mudah dari pada ikan yang lain, dari perawatannya sampai sistem pengairannyapun tidak terlalu merepotkan, selain itu pada dasarnya ikan lele mempunyai kemampuan untuk bertahan hidup yang cukup tinggi sekalipun hidup dilumpur, karna dari sekian banyak species ikan didunia ini hanya ikan lele lah yang mempunyai gurat sisi. Sedangkan ditinjau dari pembesaran benih sampai waktu pemanenannya budidaya ikan ini hanya memerlukan waktu 3 bulan.

4. Threat (Ancaman)
Berbagai ancaman ataupun resiko yang muncul didalam pembudidayaan ikan lele ini antara lain sebagai berikut:
a. Banyaknya persaingan antara pembudidaya yang satu dengan yang lainnya baik dari sesama pembudidaya ikan lele atau dari pembudidaya ikan yang lainnya.
b. Berlebihnya jumlah ikan lele yang beredar dipasaran pada saat musim panen,menyebabkan merosotnya harga ikan lele, yang pastinya dapat merugikan pembudidaya, bahkan karena ancaman ini pembudidaya bisa mengalami gulung tikar karena besarnya kerugian yang ditanggung.
c. Terjadinya perselisihan ataupun kecemburuan sosial antara sesama pembudidaya ikan yang dapat menyebabkan persaingan yang tidak sehat yang bisa terjadi kapan saja.
d. Pada saat pergantian musim, kebanyakan benih ikan lele yang kita budidayakan akan sedikit terganggu kelangsungan hidupnya, karenanya musim yang tak menentu dan dapat berubah sewaktu-waktu, sedangkan pada saat musim panas banyak bibit lele yang baru berusia sekitar 3minggu mati, karenanya pada dasarnya kulit ikan lele belum cukup kuat untuk menehan panas yang berlebihan.


Persiapan Modal

Kolam Lele Terpal Bulat– Rp2.000.00,00
Instalasi Air – Rp300.000,00
Mesin Pompa Air – Rp400.000,00
Total: Rp2.700.000,00.
Biaya penyusutan setiap bulan Rp900.000,00.

Biaya produksi yang dibutuhkan selama satu periode panen (3 bulan), antara lain:

Bibit Ikan Lele 1000 ekor (@ Rp200) – Rp200.000,00
Pakan Ikan Lele 100 kg (@Rp200.000,00/20 kg) – Rp1.000.000,00.
Obat-obatan – Rp200.000,00
Total Rp1.400.000,00.
Biaya tambahan :

Listrik – Rp600.000,00
Biaya penyusutan – Rp900.000,00
Total: Rp1.500.000,00.
Keuntungan selama panen:

Jika dalam satu kali masa penen terdapat 20 persen ikan yang tidak dapat dipanen, maka total ikan yang dapat Anda jual adalah 800 ekor.

Jika setiap kilogram ikan terdapat 8 ekor lele dengan harga jual Rp25.000,00, 800 ekor dibagi 8 ekor karena setiap 1 kg terdapat 8 ekor lele maka ada 100 kg lele yang siap dijual. maka keuntungan kotor Anda mencapai Rp2.500,000.00.

Semoga bermanfaat untuk kalian semua, mohon maaf bila ada kekurangannya.


Sekian terima kasih.